Oct 16

Lanjutan cerita Akhirnya Aku Kecelakaan Bersama Satria.
Ya ampun, teramat lama aku menunggu mereka kembali pulang dari perburuan si bapak tua. Akhir nya kakak ku tiba, dan kami pun pergi ke klinik terdekat. Malang nasib, dokter & alat di klinik armas sedang tidak ada dan kamu dirujuk ke klinik Yunda. Ketika keluar klinik, kakak ku memutar balikkan arah motor nya, dan tiba-tiba ada seseorang yang sepertinya kukenal lewat di depan mata ku. The Motherfucker, itu dia si bapak tua yang bertabrakan dan benar, dia membonceng seorang anak kecil di belakangnya. Langsung gas pun ditarik sekencang-kencangnya sebelum dia kabur. Tapi dia berhenti, mungkin kalau terus jalan dan diteriaki maling, dia akan habis babak belur. Kakak ku pun menanyakan pertanggung jawaban atas kecelakaan yang baru saja terjadi. Dia kembali berkilang, “Kamu bawanya kebut”. Dan dengan nada marah kakak ku membalas, “itu lo liat donk kakinya”.
Aku pun teringat kaki ku yang kesakitan, dan kuingatkan kakak ku yang terus melirik melotot ke bapak tua untuk segera ke klinik, karena rasa sakit terus menghantui kaki ku.
Sebelum pergi, sempat kuancam si bapak: “Awas laen kali lo ketemu gw, gw hajar lo !!!”
Aku mulai merasakan emosi, tapi rasa sakit tetap saja lebih unggul. Kami pun pergi ke klinik yang ditunjuk, tapi ternyata salah tempat. Pindah lagi ke klinik yang di tunjuk dokter, akhir nya mereka bilang bisa menjahit luka robek di jempol kaki ku. Setelah masuk ke ruang bedah (versi klinik big grin ), sang perawat menanyakan terlebih dahulu tentang biodata saya.
“Duh, langsung mulai aja bisa ga? Sakit nih !!!” teriak ku dari dalam.

- Screaming Part -
Continue reading…

written by Ryan Isra \\ tags: accident, anak sekolah, bleed, clinic, doctor, medicine, satria

Page 1 of 11