Dec 27

Hm… tadinya sih aga males juga dateng ke Mc D Kalimalang (Pangkalan Jati), lokasi reunian untuk Alumni SMPN 52 Jakarta (2003/2004) coz siang udah muter-muter mall buat shopping (walaupun akhirnya cuma jadi beli kaos 3 setel laughing rolling on the floor). Tapi kan tetep, muter-muternya capek sampe pinggul mengecil dan celana makin kedodoran big grin. Ditambah lagi, perkiraan satnight kali ini bakalan capek dan melelahkan juga menyenangkan, makanya mau bobok siang aja. Tapi, kangen juga sama temen-temen SMP. Sejak lulus tahun 2004, gw gak pernah ketemu dan tatap muka sama mereka secara langsung, walaupun udah sempet ketemu dengan beberapa di acara Sahur On The Road tahun ini dan sisanya cuma liat photo-photo mereka lewat facebook. Dan hari ini, kita berkumpul lagi kawan, meskipun kurang banyak. Pokoknya reuni hari ini terasa kurang… kurang semangat karena gw lemah lesu, kurang banyak, kurang rame, dan kurang gila… laughing.

Beberapa orang yang gw pikir bakal ketemu ternyata malah nggak ketemu and vice versa, jadi agak sedih juga surprised. Ada yang mukanya gw inget, tapi lupa namanya. Ada yang namanya gw inget, tapi lupa mukanya (karena gak dateng). Ada yang emang gak inget muka apalagi nama, akhirnya jadi kenalan, eh dia manis juga… blushing.

Ni dia photo-photo hasil nyolong dari facebook tongue
Continue reading…

written by Ryan Isra \\ tags: anak sekolah, reuni

Oct 16

Lanjutan cerita Akhirnya Aku Kecelakaan Bersama Satria.
Ya ampun, teramat lama aku menunggu mereka kembali pulang dari perburuan si bapak tua. Akhir nya kakak ku tiba, dan kami pun pergi ke klinik terdekat. Malang nasib, dokter & alat di klinik armas sedang tidak ada dan kamu dirujuk ke klinik Yunda. Ketika keluar klinik, kakak ku memutar balikkan arah motor nya, dan tiba-tiba ada seseorang yang sepertinya kukenal lewat di depan mata ku. The Motherfucker, itu dia si bapak tua yang bertabrakan dan benar, dia membonceng seorang anak kecil di belakangnya. Langsung gas pun ditarik sekencang-kencangnya sebelum dia kabur. Tapi dia berhenti, mungkin kalau terus jalan dan diteriaki maling, dia akan habis babak belur. Kakak ku pun menanyakan pertanggung jawaban atas kecelakaan yang baru saja terjadi. Dia kembali berkilang, “Kamu bawanya kebut”. Dan dengan nada marah kakak ku membalas, “itu lo liat donk kakinya”.
Aku pun teringat kaki ku yang kesakitan, dan kuingatkan kakak ku yang terus melirik melotot ke bapak tua untuk segera ke klinik, karena rasa sakit terus menghantui kaki ku.
Sebelum pergi, sempat kuancam si bapak: “Awas laen kali lo ketemu gw, gw hajar lo !!!”
Aku mulai merasakan emosi, tapi rasa sakit tetap saja lebih unggul. Kami pun pergi ke klinik yang ditunjuk, tapi ternyata salah tempat. Pindah lagi ke klinik yang di tunjuk dokter, akhir nya mereka bilang bisa menjahit luka robek di jempol kaki ku. Setelah masuk ke ruang bedah (versi klinik big grin ), sang perawat menanyakan terlebih dahulu tentang biodata saya.
“Duh, langsung mulai aja bisa ga? Sakit nih !!!” teriak ku dari dalam.

- Screaming Part -
Continue reading…

written by Ryan Isra \\ tags: accident, anak sekolah, bleed, clinic, doctor, medicine, satria

Oct 15

Berawal dari keinginan untuk membeli makanan ikan pagi ini, ku hidupkan mesin motor satria. Sebelumnya tidak ada bad feeling bahwa aku akan mengalami kecelakaan pagi ini. Seperti biasa, motor kubawa dengan bersemangat tapi nggak ugal-ugalan apalagi geber-geber suara knalpot. Setelah melewati 3 ‘polisi tidur’ di komplek rumah, aku sampai di ‘polisi tidur’ yang ke-4. Ada yang berbeda di sini, di pertengahan ‘polisi tidur’ ada bagian yang hilang. Jadi, kebanyakan orang akan memilih jalur tengah yang kosong tanpa halangan.
Ya, begitu pun aku yang setiap hari mondar-mandir komplek, terlebih kalau bawa satria model lama yang ceper, jalanan yang datar tanpa polisi tidur tentu lebih nyaman.
Bila digambarkan kejadiannya kira-kira seperti ini:


Continue reading…

written by Ryan Isra \\ tags: accident, anak sekolah, bleed, clinic, doctor, satria

Page 1 of 212