Menjahit luka daging dan kulit yang robek

Lanjutan cerita Akhirnya Aku Kecelakaan Bersama Satria.
Ya ampun, teramat lama aku menunggu mereka kembali pulang dari perburuan si bapak tua. Akhir nya kakak ku tiba, dan kami pun pergi ke klinik terdekat. Malang nasib, dokter & alat di klinik armas sedang tidak ada dan kamu dirujuk ke klinik Yunda. Ketika keluar klinik, kakak ku memutar balikkan arah motor nya, dan tiba-tiba ada seseorang yang sepertinya kukenal lewat di depan mata ku. The Motherfucker, itu dia si bapak tua yang bertabrakan dan benar, dia membonceng seorang anak kecil di belakangnya. Langsung gas pun ditarik sekencang-kencangnya sebelum dia kabur. Tapi dia berhenti, mungkin kalau terus jalan dan diteriaki maling, dia akan habis babak belur. Kakak ku pun menanyakan pertanggung jawaban atas kecelakaan yang baru saja terjadi. Dia kembali berkilang, “Kamu bawanya kebut”. Dan dengan nada marah kakak ku membalas, “itu lo liat donk kakinya”.
Aku pun teringat kaki ku yang kesakitan, dan kuingatkan kakak ku yang terus melirik melotot ke bapak tua untuk segera ke klinik, karena rasa sakit terus menghantui kaki ku.
Sebelum pergi, sempat kuancam si bapak: “Awas laen kali lo ketemu gw, gw hajar lo !!!”
Aku mulai merasakan emosi, tapi rasa sakit tetap saja lebih unggul. Kami pun pergi ke klinik yang ditunjuk, tapi ternyata salah tempat. Pindah lagi ke klinik yang di tunjuk dokter, akhir nya mereka bilang bisa menjahit luka robek di jempol kaki ku. Setelah masuk ke ruang bedah (versi klinik :D ), sang perawat menanyakan terlebih dahulu tentang biodata saya.
“Duh, langsung mulai aja bisa ga? Sakit nih !!!” teriak ku dari dalam.

- Screaming Part -

Tak lama, dokter dan asisten nya masuk dan aku sudah duduk di dalam nya, siap untuk di jahit. B-)
Pinset, Gunting, Benang, Betadine, Cairan pembersih (dugaan karena tidak tahu, dan selanjut nya akan disebut demikian).
“Ini di jahit dalem dulu ya”, ucap dokter.
Mungkin maksudnya daging yang terbelah :-&
Setelah siap, di mulailah prosedur pengobatan luka robek di jempol kaki ku.
Siram Betadine, bersihkan pasir di daging dan pinggiran kulit, siram lagi, bersihkan lagi.
OMG :-t
Tak pernah kurasakan rasa sakit seperti ini sebelumnya, karena rasanya tak mungkin terlupakan. Bila hanya kulit luar, it’s okay. Tapi kali ini, daging-daging di jempol terasa melejit dan perih nya… :((
Dokter mengusap2 di daging seperti mengusap daki di kulit, sungguh tidak berperasaan :((
Duh, oke deh masih tahan & harus tahan, masa mau kabur :)) =))
Ditambah lagi cairan pembersih, OMG, perih nya tak jauh beda dengan betadine. Sepertinya beda apapun yang menyetuh daging, pasti rasanya hampir sama, membuat anda ingin berteriak: “AAAAAaaaaaaaaaaaaaaaaaGggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhh !!!!!!!”
Tapi aku tak teriak, cukup mengadu rahang belakang sambil menahan napas. Wah, pembersihan pasir ternyata cukup sulit karena terlalu banyak pasir yang terselip. Ok bersih.
Lanjut, Anestesi yang artinya tindakan menghilangkan sensasi rasa menggunakan suntikan di daerah sekitar luka yang akan dijahit. Bisa dibilang, suntikan obat bius, seperti di dalam prosedur khitan/sunat.
Bagus, rasa sakit nya akan segera hilang dan penjahitan luka tidak akan menyakitkan.
ANYINGGGGGGGG!!!
Lebih sakit lagi, daging amat merasakan jarum suntuk menusuk dan serasa menyetuh tulang jari.
OMG :((
It’s so hurting me.
2 botol vial obat bius disuntikkan sudah di sekitar luka yang akan menjadi lahan jahitan.


bentuk botol vial

Ok, saat nya menjahit.
Oh, so far so good. Obat bius mulai bekerja. Efek obat bius mulai terasa karena jempol mati rasa, sama rasanya seperti jempol yang diikat karet/tali dengan sangat kencang dan dibiarkan beberapa menit. Oh, ternyata gak sakit ya dok. Hanya terasa seperti kulit mati sedang dijahit, tapi aku masih bisa merasakan sentuhannya. Sekitar 3 jahitan sudah dilakukan. Tiba-tiba listrik PLN mati. Damn ! Pemadaman bergilir saat kaki gw sedang dijahit. Dasar, PLN anjing. Dokter mulai mengalami masalah, menurut nya benang yang digunakan sangat tipis dan tidak cocok dengan kaki, tapi ternyata stock yang tersedia hanya yang itu.
:-t
Dokter mengelur beberapa kali benang putus. OMG, kaki ku pun jadi bahan latihan menjahit. Tak lama kemudian, efek obat bius tidak terasa lagi. Penderitaan yang teramat sangat kembali kurasakan. OMG, berkali-kali jarum jahit keluar masuk daging, rasa nya, Ugh, nyeri setengah mati. Sempat kutanya dokter, “Dok, efek obat bius nya habis ya?”. Tapi dokter sepertinya menganggap nya angin lalu saja. Dia hanya bilang: “Kenapa?”, tanya nya padaku sambil melanjutkan menjahit luka robek di kaki ku. Duh, entah berapa jahitan, berapa menit, berapa banyak tenaga yang keluar untuk menahan sakit nya. Dan, hampir di setiap jahitan dokter mengeluh bahwa ukuran benang teramat kecil.
Duh, setelah tubuh banjir keringat, akhir nya selesai dan bisa bercanda tawa kembali dengan adik ku yang menggantikan posisi kakak ku sebelumnya. :D
Di tengah jalannya pengobatan, sempat terpikir untuk meminta dokter berhenti menjahit, cukup sampai segitu aja dok, tapi ah, aku harus kuat, dan itu terbukti. B-)
Sedang asyik nya canda tawa sambil menunggu total biaya, dokter bilang: “Oh iya, suntik tetanus dulu”.
Waduh bu dokter, kirain udahan :((
Huaaaaaa :((
Gak kuat lagi deh menahan rasa sakit suntikan atau jahitan di kaki ini :((
Tapi apa daya, itu udah prosedur :-SS
Saat aku berbaring bersiap untuk di suntik, dokter bilang: “Kamu berdiri aja”.
Lah, masa bu dokter jongkok untuk menyuntik kaki ku.
“Balik badan dan angkat bajunya”, perintah bu dokter, sambil menarik sedikit baju yang harus ku angkat.
Oh, ternyata di pinggul. Aduh aduh, dok sakit ni dok.
Dokter menurunkan celana, dilihatnya aku tidak menggunakan celana dalam dan bu dokter pun langsung mengarahkan jarum suntik nya ke pinggul.
Nyyyeppp !!!
Ternyata suntik di pinggu nggak terlalu sakit koq ;)
Perbaikan motor satria ternyata lumayan, ternyata hari ini lumayan menghabiskan banyak duit.
Nyut-nyutan di bagian yang luka juga masih amat terasa, mungkin lebih baik tidur dulu :)



Allahu A'lam. Allah Maha Mengetahui.
Semua kesalahan yang ada di blog ini datangnya dari kesalahan dan lalainya manusia (saya sendiri), mohon koreksinya kalau dirasa ada yang salah.

Tags: , , , ,

Facebook Comments:

10 Awesome Comments So Far

Don't be a stranger, join the discussion by leaving your own comment
  1. Aianamie
    October 16, 2009 at 19:39 #

    Huft….selamat ya, atas kesuksesannya nulis unek2nya…

    berhasil bikin pembaca ikut kliyengan bacanya…. #:-S

    yaps musibah dateng kapan aja ya…tapi ini jadi peringatan juga buat kita, life's not flat… warna warni! ian ngerasain sakit, Alhamdulilah berarti ian masih manusia yang bisa ngerasain sakit…hehehe *gak nyambung modeON*

    hehehe moga cepet sembuh ya… :)

  2. Ryan Isra
    October 16, 2009 at 19:50 #

    Hahaha… iya iya…

    bagus juga dijadiin pengingat rasa sakit.

    Sempet inget tentang mati yang katanya lebih sakit dari 300 tusukan pedang.

    Padahal yang ini belom pedang, baru satu jarum jahit… :(( :(( :(( =))

    Walaupun gak yakin bisa jadi pengingat selamanya, minimal sekarang inget =))

    Amin…

  3. Ryan Isra
    October 16, 2009 at 19:51 #

    btw, gak pake jenguk yah? hehehehe, tapi jgn deh, ntar gk bisa nganterin pulang… :)>-

  4. Aianamie
    October 16, 2009 at 23:52 #

    hmmm…masih adakah tempat buat ami disana? hehehe

    biar gak bertatap muka, insyallah gak ngurangin doanya koq… ;)

    maybe someday…

  5. Ryan Isra
    October 17, 2009 at 03:59 #

    ada. kan kandang ririn kosong :)) =))

    oce, alhamdulillah, tapi tatap muka bisa membahagiakan batin =((

  6. Gdrake
    October 17, 2009 at 06:04 #

    Kyakakaka!!! strawberrry!!!!!!!!!!

    nice one,,, yummieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee

  7. Ryan Isra
    October 17, 2009 at 06:06 #

    ugh, damn >:P !!!

    kekekkeekekeke :D

  8. denytser
    October 18, 2011 at 21:21 #

    itu sh masih mending,,
    tunangan saya sminggu yg lalu kecelakaan, gara2 menghindar dari motor yg tiba2 motong jalan seenaknya,, alhasil malah jatoh,,
    kpala bocor, pipi sobek n dagingya hilang, luka lebar di paha, kulit jempol sobek beberapa lapis n langsung digunting di UGD.
    waktu saya dtng ke UGD, mukanya penuh darah. saya ngejar dan cuma bisa nangis ngliat pnderitaan nya..
    perawat jaga cuma ada 2 biji!
    dan saat kepala dijait n pipi dirapihin (dijait bwt nutupin daging yg hilang), saya berusaha sekut mungkin tetap megangin tangan tunangan saya bwt kasih dy kekuatan (wlo sbenernya tulang saya udah lemes ngliatnya),, demi cinta :)

  9. cadas pangeran
    October 25, 2011 at 13:46 #

    hal yg prnah gw alami sma kayak lw frenz… :D
    gw jg ngalemin hal sprti nih..!!

  10. ower
    December 11, 2011 at 14:33 #

    bru kejadian jumat kemaren, di pabrik, pergelangan gw ke gulung sama mesin dan tarik menarik pun terjadi , alhasil gw di operasi katanta sih kecil tapi gw di bius all in, bru sadar sudah rapih, tapi gw melihat disisi ini gw di berikan second change livenya dari Allah, Smua ada hikmahnya terutama lebih hati2 dimana pun kita berada dan tetap berdoa kepadaNya, Good Luck for yang kejadian luka daging seperti kita2 ini.

Leave a Comment

Remember to play nicely folks, nobody likes a troll.