Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah bersabda: "Barang siapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Sebaliknya, barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan mendapat dosa sebanyak yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun." (HR. Shahih Muslim)
Saya menerima email dari prajurit tentara yang memiliki masalah dengan waktu larinya, sekitar beberapa bulan yang lalu. Pola bernafasnya tidak beraturan, jadi dia kehabisan nafas saat berlari di program PFT-nya (Physical Fitness Testing).
Setelah dia mulai bernafas dengan cara baik dan benar saat berlari, dia bisa berlari dengan performa yang lebih baik, tidak hanya berlari lebih cepat, tapi juga masih memiliki tenaga yang lebih banyak ketika finish dibandingkan saat berlari dengan pola nafas yang tidak beraturan.
Si prajurit tadi berkata: “Akhirnya, saya gak cuma bisa bernafas dan finish dengan lebih baik saat berlari, tapi juga berjalan lebih cepat tanpa merasa lelah atau sesak sama sekali.”

Belajar bernafas selama latihan memiliki banyak keuntungan seperti mencegah rasa pusing dan mual selama beraktifitas, meningkatkan performa atlit, dan meningkatkan pembakaran lemak. Tidak hanya teknik bernafas saat lari, tapi juga latihan lainnya, walaupun setiap latihan punya pola pernafasan yang berbeda-beda.
Jadi, gimana sih teknik dan cara bernafas yang baik saat berlari?

Banyak pakar akan berkata bahwa untuk sepenuhnya mengoksidasi otot dan membersihkan badan dari karbondioksida, anda seharusnya bernafas menggunakan teknik hirup-dan-buang dengan perbandingan 3:2, dengan mengambil dan membuang nafas secara penuh.
Secara sederhana, ambil nafas penuh saat melangkahkan kaki KIRI → KANAN → KIRI, lalu buang nafas sepenuhnya saat melangkahkan kaki KANAN → KIRI berikutnya.
Diulang yaaa… ambil nafas, KIRI → KANAN → KIRI dan mulai buang nafas KANAN → KIRI. Ambil dan buang nafas anda secara bertahap.
Pola ini gak sulit untuk dipraktekkan dan diaplikasikan untuk menjadi kebiasaan, tapi butuh beberapa kali latihan dengan berlari kecepatan lambat untuk menguasai teknik pernafasan ini. Rasakan, detak jantung anda akan tenang dan tidak ngos-ngosan saat berlari atau berjalan cepat ketika anda sudah mulai membiasakan untuk mendapatkan lebih banyak oksigen dan membuang semua karbondioksida dari tubuh saat menerapkan teknik bernafas ini.
Secara alami, mungkin pola nafas anda akan turun menjadi perbandingan 2:1 beberapa kali. Anda akan kesulitan untuk mempertahankan kecepatan lari ketika bernafas dengan teknik 2:1 ini, dan menyebabkan karbon dioksida dalam tubuh meningkat.
Karena meningkatnya kadar CO2 (karbon dioksida) di dalam tubuh saat anda bernafas dengan pola nafas yang pendek dan terburu-buru ini, maka hal ini juga akan menyebabkan meningkatnya detak jantung juga produksi asam laktat dalam tubuh, sekaligus menurunkan daya tahan Anda saat berlari, juga saat latihan kardio lainnya.
Dari Military.com (http://www.military.com/military-fitness/workouts/breathing-during-exercise)
Oleh Stew Smith
Terjemahan: Ryan-Isra.net
what most people search here: cara lari yang benar, cara berlari yang benar, cara berlari cepat, cara lari cepat, cara bernafas semasa berlari, teknik berlari, teknik berlari yang benar, cara memperkuat nafas, cara berlari cepat yang benar, cara bernafas ketika berlari, cara lari cepat yang benar, cara berlari, cara berlari dengan cepat, cara lari yang baik, teknik bernafas ketika berlari
Allahu A'lam. Allah Maha Mengetahui.
Semua kesalahan yang ada di blog ini datangnya dari kesalahan dan lalainya manusia (saya sendiri), mohon koreksinya kalau dirasa ada yang salah.





I like it
sangat bermanfaat
thanks