Alasan-alasan Mengapa Daging Babi DiHaramkan

Alasan-alasan mengapa babi adalah makanan yang buruk bagi manusia.

Babi di haramkan dalam Agama Islam, Nasrani, maupun Yahudi.

Coba kita perhatikan bagaimana haramnya babi pada ayat-ayat Alkitab/Bibel dibawah ini:

Alkitab cetakan baru tahun 1996-2005 Imamat 11:7-8

וְאֶת-הַחֲזִיר כִּי-מַפְרִיס פַּרְסָה הוּא, וְשֹׁסַע שֶׁסַע פַּרְסָה, וְהוּא, גֵּרָה לֹא-יִגָּר; טָמֵא הוּא, לָכֶם

“We eth hazir kimaphres persahu weshosa’ shesa’ persah we hu gerah loyigar thame hu lakhem”
Demikian juga babi walaupun berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, haram ia bagimu


מִבְּשָׂרָם לֹא תֹאכֵלוּ, וּבְנִבְלָתָם לֹא תִגָּעוּ; טְמֵאִים הֵם, לָכֶם

“Mibsoram lo thokhelu ukhnikhlatam lo thiga-u theme im hem lakhem”
Dari dagingnya janganlah engkau makan dan jangan pula tersentuh bangkainya, haram semuanya itu bagimu.

Kata yang digunakan dalam ayat ini adalah הַחֲזִיר (hazir) yang berarti babi. Coba paste kata הַחֲזִיר ke Google Translate (Hebrew to English), maka akan muncul kata: pig, pork, swine, hog.
Bila kita artikan dalam bahasa Indonesia maka itu berarti Babi atau daging Babi.

Dengan adanya ayat alkitab tersebut diatas yang telah menghalangi mereka untuk makan daging babi, maka mereka mengadakan perubahan dalam terjemahan bahasa Indonesia pada tahun 1996 dengan mengubah kata Babi menjadi Babi Hutan kecuali dalam Alkitab versi Indonesian Literal Translation edisi 2006, 2008 tetap tertulis Babi. Padahal bila kita lihat bahasa asli alkitab ibrani tertulis הַחֲזִיר (hazir) yang artinya babi dan bukan tertulis
חזיר בר (hazir ver) atau בר חזירים (ver hazirim) yang artinya babi-babi liar / babi hutan.

Menjadi pertanyaan, mengapa umat Kristiani tidak mengharamkan makan babi, justru malah mereka menghalalkannya?? Ternyata tanpa mereka sadari, mereka telah mengikuti paham Paulus yang mengatakan bahwa segala sesuatu itu halal. Perhatikan ucapan Paulus sbb:

1 Korintus 6:12
Πάντα μοι ἔξεστιν, ἀλλ’ οὐ πάντα συμφέρει· πάντα μοι ἔξεστιν, ἀλλ’ οὐκ ἐγὼ ἐξουσιασθήσομαι ὑπό τινος.

“Panta moi exestin all ou panta sumtherel panta moi exestin all ouk ego exousiasthesomai upo tinos”
Semuanya halal bagiku namun tidak semuanya berguna, semuanya halal bagiku namun aku tidak diperbudak suatu apapun

Ayat tersebut adalah Surat Kiriman Paulus kepada jemaatnya didaerah Korintus. Pendapat Paulus yang menghalalkan sesuatu, seperti daging babi dan lain-lain, bertolak belakang dengan firman Allah yang mengharamkan babi.
Sebagai umat beragama yang taat, semestinya yang diikuti adalah firman Allah, bukan pendapat Paulus yang hanya manusia biasa.
Seandainya umat Krsitiani mengikuti firman Allah tentang haramnya babi dll, dan bagaimana cara menyembelih hewan, rasanya dalam hal makanan, tidak terlalu diragukan lagi antara Islam dan Kristan bila menghadapi jamuan atau sejenisnya.

Lalu…

1 Timotius 4:4-5
ὅτι πᾶν κτίσμα Θεοῦ καλόν, καὶ οὐδὲν ἀπόβλητον μετὰ εὐχαριστίας λαμβανόμενον·
ἁγιάζεται γὰρ διὰ λόγου Θεοῦ καὶ ἐντεύξεως.

“Oti pan ktisma theou kalon kai ouden apobleton meta eucharistias laubanomenon”
“Agiazetai gar dia logou theou kai evteuxeos”
Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang haram, jika diterima dengan ucapan syukur, Sebab semua itu dikuduskan oleh firman Allah dan doa.

Mari kita lihat ayat buatan Paulus pada Timotius diatas, dengan dalih ini maka bukan hanya babi yang halal tapi semuanya, segala sesuatu yang bisa masuk ke dalam mulut adalah halal jika dibacakan doa dan dengan rasa syukur. Oleh karena itu dengan dalih ini maka penginjil yang taatpun seperti aktor evangelis kawakan RMS masuk bui sampai dua kali dengan kasus yang sama, karena sebelum mengkonsumsi shabu dan narkoba mungkin membaca doa terlebih dahulu, sehingga shabu tersebut sudah dikuduskan oleh doa. Mungkin masih banyak Kristen taat yang lain menjadi korban yang sama dengan ayat diatas. Sangat tidak relevan bila ayat ini diterapkan di zaman sekarang yang sudah banyak jenis Khamar/Nabidz serta semua barang konsumsi yang tidak baik bagi kesehatan, jiwa, dan raga.

Babi Buruk Makanan Penyakit

Oke, inilah dia alasan-alasan kenapa babi diharamkan, tidak baik dan tidak layak konsumsi. Karena tidaklah sesuatu hal diharamkan kecuali karena keburukannya.

  • Babi adalah tempat bertampungnya penyakit.

    Babi membawa beberapa bibit penyakit seperti Cacing pita (Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru (Paragonimus pulmonaris), Cacing usus (Fasciolopsis buski), Cacing Schistosoma (japonicum), Bakteri Tuberculosis (TBC), Bakteri kolera (Salmonella choleraesuis), Bakteri Brucellosis suis, Virus cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii. Tubuh babi banyak mengandung racun, cacing-caing dan penyakit-penyakit terpendam. Meskipun beberapa dari kontaminasi penyakit ini terpendam pada hewan lain, dokter hewan modern mengatakan bahwa babi jauh lebih cenderung kepada penyakit-penyakit ini dibanding hewan lainnya. Ini bisa jadi karena babi suka mengais-ngais dan akan makan segala jenis makanan, termasuk serangga mati, cacing, bangkai membusuk, kotoran (termasuk mereka sendiri), sampah, dan babi lainnya.

    Anda mau kalau sampai seperti ini, 3 Kg Cacing Pita bersarang di tubuh anak kecil ???

  • Daging daging babi sulit dicerna

    Daging daging babi sulit dicerna dan dapat menyebabkan gangguan pencernaan kronis.

    Meskipun empuk dan terkesan lezat, namun karena banyak mengandung lemak, daging babi sulit dicerna. Akibatnya, nutrien (zat gizi) tidak dapat dimanfaatkan tubuh.

    Prof. Dr. Abdul Basith Muhammad Sayyid, penulis buku “Rahasia Kesehatan Nabi” menuliskan (p. 186-199): Persentase kandungan lemak beberapa jenis daging Jenis daging Persentase kandungan lemak :

    >>              Gemuk  Sedang  Kurus
    >> Daging Babi  91     60      29
    >> Daging Sapi  35     20      6
    >> Daging Domba 56     29      14
    

    Selain itu jika dibiarkan berada di udara terbuka maka daging yang pertama kali busuk adalah daging babi, diikuti daging domba dan yang terakhir adalah daging sapi. Akan tetapi apabila daging-daging tersebut dimasak, maka yang paling lambat masaknya adalah daging babi.

    Dari hasil penelitian juga diperoleh kesimpulan bahwa daging kambing dan daging sapi berada dalam lambung selama 3 jam proses pencernaan sempurna, sementara daging babi bisa berada dalam lambung selama 5 jam hanya untuk memperoleh hasil pencernaan yang sempurna.

  • Menurut Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging babi tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine. Itu lah mengapa konsumen daging babi sering mengeluhkan bau pesing pada daging babi.
  • Lemak punggung (back fat) tebal dan mudah rusak oleh proses ransiditas oksidatif (tengik), tidak layak dikonsumsi manusia.
  • Babi merupakan carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza). Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia.
  • Menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris), radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.
  • Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman) menulis bahwa memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh. Ditambah lagi, cacing babi menyebabkan penyakit kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rheumatic serta virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang di musim panas karena medium (dibawa oleh) babi.
  • Penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyebutkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan usus besar.
  • Dr Muhammad Abdul Khair (penulis buku : Ijtihaadaat fi at Tafsir Al Qur’an al Kariim) menuliskan bahwa daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan Trachenea lolipia. Cacing tersebut berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi.
  • DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi dapat menular ke manusia. Beberapa sifat buruk babi seperti, Binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya, Kemudian kerakusannya tidak tertandingi hewan lain, serta suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri dan Kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada di tempat yang basah dan kotor. Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali. Lebih lanjut Kadang ia mengencingi pakannya terlebih dahulu sebelum dimakan.

    Jadi mau apa lagi? Bahwa seseorang itu berkelakuan sesuai dengan apa yang dimakannya.

  • Daging babi mengandung senyawa histamin dan imidazol dalam jumlah yang berlebihan yang dapat menyebabkan gatal-gatal dan peradangan; hormon pertumbuhan yang menstimulasi peradangan dan pertumbuhan; mengandung sulfur lendir mesenchymal yang menyebabkan pembengkakan dan penyimpanan lendir di tendon dan tulang rawan yang mengakibatkan radang sendi, rematik, dll. Sulfur membantu menyebabkan tendon dan ligamen manusia diganti oleh jaringan lunak mesenchymal dari babi, dan degenerasi tulang rawan manusia.
  • Berikut ini adalah kutipan langsung dari “Apa yang Alkitab Katakan Tentang Makan Sehat” oleh Dr Rex Russell.

    Salah satu alasan perintah Tuhan untuk melarang daging babi adalah bahwa sistem pencernaan babi benar-benar berbeda dari seekor sapi. Babi adalah binatang yang rakus, tidak pernah tahu kapan harus berhenti makan. Asam perut babi menjadi encer karena banyaknya jumlah makanan itu yang memungkinkan semua jenis hama untuk melewati lapisan pelindung. Parasit, bakteri, virus, dan racun dapat masuk ke dalam daging babi karena makan berlebihan. Racun-racun dan agen-agen infeksi dapat ditularkan kepada manusia ketika manusia memakan daging babi.

  • Jika babi terkena virus dari DNA manusia dan kemudian terkena virus burung, babi mencampur dua virus – mengembangkan sebuah virus DNA baru yang seringkali sangat mematikan bagi manusia. Virus ini telah menyebabkan wabah dan kehancuran di seluruh dunia. Ahli virus telah menyimpulkan bahwa jika kita tidak menemukan cara untuk memisahkan manusia dari babi, seluruh penduduk bumi mungkin terancam. [catatan kaki Scholtissek,M.D., "Cultivating a Killer Virus" National History January 1992]
  • Tidak seperti mamalia lain, babi tidak berkeringat atau berkeringat. Keringat adalah sarana yang racun dikeluarkan dari tubuh. Karena babi tidak berkeringat, racun tetap dalam tubuh dan dalam daging.
  • Daging dan lemak babi menyerap racun seperti spons. Daging mereka bisa 30 kali lebih beracun dari daging sapi atau daging rusa.
  • Sapi memiliki sistem pencernaan yang kompleks, memiliki empat perut. Dengan demikian mengambil alih 24 jam untuk mencerna makanan vegetarian mereka menyebabkan makanan yang akan dibersihkan dari racun. Sebaliknya, satu perut babi hanya memakan waktu sekitar 4 jam untuk mencerna makanan busuk nya, mengubah makanan beracun ke dalam daging.

Mereka yang mengatakan Kristus menghapuskan hukum mengecam babi termotivasi oleh perut mereka tidak Alkitab. Masalah dengan daging babi adalah biologi, dan Kristus tidak pernah mengubah hukum-hukum biologi.

Dalam Al-Quran sudah jelas keharaman babi, dan tidak perlu lagi diperdebatkan tentang keharamannya.

Mengapa Islam mengharamkan Babi (Terjemahan) Berikut ini tulisan mengenai pengharaman darah Dan babi dalam Islam, diulas dari sudut pandang Logika Dan ilmu Kesehatan.
Bob: Tolong beritahu saya, mengapa seorang Muslim sangat mementingkan
Mengenai kata-kata “Halal” Dan “Haram”; apa arti dari kata-kata tersebut?
Yunus: Apa-apa yang diperbolehkan diistilahkan sebagai Halal, Dan apa-apa yang tak diperbolehkan diistilahkan sebagai Haram, Dan Al-Qur’an lah yang menggambarkan perbedaan antara keduanya.
Bob: Dapatkah anda memberikan contoh?
Yunus: Ya, Islam telah melarang segala macam darah. Anda akan sependapat bahwa analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.
Bob: Anda benar mengenai sifat beracun dari uric acid, dalam tubuh manusia, senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, Dan dalam kenyataannya Kita diberitahu bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dikeluarkan dari dalam darah oleh Ginjal, Dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.
Yunus: Sekarang saya rasa anda akan menghargai metode prosedur khusus dalam penyembelihan hewan dalam Islam.
Bob: Apa maksud anda?
Yunus: Begini… seorang penyembelih, selagi menyebut nama dari Yang Maha Kuasa, membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, sembari membiarkan urat-urat Dan organ-organ lainnya utuh.
Bob: Oh begitu… Dan hal ini menyebabkan kematian hewan karena kehabisan darah dari tubuh, bukannya karena cedera pada organ vitalnya.
Yunus: Ya, sebab jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak, hewan tersebut dapat meninggal seketika Dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya Dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, sehingga menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli makanan baru
Menyadari akan hal ini.
Bob: Selanjutnya, selagi masih dalam topik makanan; Mengapa para Muslim melarang pengkonsumsian daging babi, atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dgn babi ?
Yunus: Sebenarnya, diluar dari larangan Al-Qur’an dalam pengkonsumsian babi, bacon; pada kenyataannya dalam Bible juga, pada Leviticus bab 11, ayat 8, mengenai babi, dikatakan, “Dari daging mereka (dari “swine”, nama lain buat “babi”) janganlah kalian makan, dan dari bangkai mereka, janganlah kalian sentuh; mereka itu kotor buatmu.”Lebih lanjut lagi, apakah anda tahu kalau babi tidak dapat disembelih di leher karena mereka tidak memiliki leher; sesuai dengan anatomi alamaiahnya ?
Muslim beranggapan kalau babi memang harus disembelih dan layak bagi konsumsi manusia, tentu Sang Pencipta akan merancang hewan ini dengan memiliki leher. Namun diluar itu semua, saya yakin anda tahu betul mengenai efek-efek
berbahaya dari komsumsi babi, dalam bentuk apapun, baik itu pork chops, ham, atau bacon.
Bob: Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya.
Yunus: Ya, dan diluar itu semua, sebagaimana kita membicarakan mengenai kandungan uric acid dalam darah, sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya.

Dari Jabir bin Abdullah beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada tahun penaklukan Mekkah dan beliau waktu itu berada di Mekkah: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan jual beli khamr, bangkai, babi dan patung-patung.” Lalu ada yang bertanya: “Wahai Rasulullah Apakah boleh (menjual) lemak bangkai, karena ia dapat digunakan untuk mengecat perahu dan meminyaki kulit serta dipakai orang untuk bahan bakar lampu?” Maka beliau menjawab: “Tidak boleh, ia tetap haram.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda lagi ketika itu: “Semoga Allah memusnahkan orang Yahudi, sungguh Allah telah mengharamkan lemaknya lalu mereka rubah bentuknya menjadi minyak kemudian menjualnya dan memakan hasil penjualannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lalu, untuk apa babi diciptakan jika tidak untuk dimakan?

Di dalam tubuh babi ada hal yang bisa kita petik pelajarannya dan kemudian kita hindari sebagaimana naluri kita selalu berkata untuk sedapat mungkin menghindarkan diri dari pengaruh virus flu atau bibit penyakit lainnya. Namun jika dia masih juga bersikukuh tentang babi, maka paling tidak dia harus bisa membuktikan bahwa daging tersebut aman dari pengaruh parasit maupun kandungan lemaknya yang tinggi.
Apa dia dapat melakukannya sementara para ahli saja tidak benar-benar berani menjaminnya?

Lebih dari itu, babi ialah sebagai ujian keimanan kita. Para Nabi dan Para Rasul serta Para sahabat langsung “Sami’na wa atho’na (Kami Dengar dan Kami Taat)” begitu ayat pengharaman babi ini turun tanpa perlu dijelaskan secara ilmiah dengan bukti ini & itu. Mengapa kita perlu penjelasan panjang lebar dahulu baru menerimanya?

Rujukan:

    http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/12/03/04/m0d4h7-inilah-sepuluh-alasan-mengapa-islam-mengharamkan-babi

    http://www.themodernreligion.com/misc/hh/pork.html

    http://www.onlinetruth.org/Articles%20Folder/eating_pork_can_be_hazardous_to.htm

    http://www.armhando.com/2012/03/bahaya-daging-babi-untuk-kesehatan.html

    http://www.facebook.com/note.php?note_id=286400244719502



Allahu A'lam. Allah Maha Mengetahui.
Semua kesalahan yang ada di blog ini datangnya dari kesalahan dan lalainya manusia (saya sendiri), mohon koreksinya kalau dirasa ada yang salah.

Tags: ,

Facebook Comments:

1 Awesome Comments So Far

Don't be a stranger, join the discussion by leaving your own comment
  1. Kamid
    March 12, 2013 at 20:01 #

    It,s better to talk about the reason why pig haram not to embarash another

Leave a Comment

Remember to play nicely folks, nobody likes a troll.

Jual Kue Lebaran



>> KLIK <<