Oct 15

Berawal dari keinginan untuk membeli makanan ikan pagi ini, ku hidupkan mesin motor satria. Sebelumnya tidak ada bad feeling bahwa aku akan mengalami kecelakaan pagi ini. Seperti biasa, motor kubawa dengan bersemangat tapi nggak ugal-ugalan apalagi geber-geber suara knalpot. Setelah melewati 3 ‘polisi tidur’ di komplek rumah, aku sampai di ‘polisi tidur’ yang ke-4. Ada yang berbeda di sini, di pertengahan ‘polisi tidur’ ada bagian yang hilang. Jadi, kebanyakan orang akan memilih jalur tengah yang kosong tanpa halangan.
Ya, begitu pun aku yang setiap hari mondar-mandir komplek, terlebih kalau bawa satria model lama yang ceper, jalanan yang datar tanpa polisi tidur tentu lebih nyaman.
Bila digambarkan kejadiannya kira-kira seperti ini:



1. Satria mau lewat bagian tengah yang kosong tanpa semen dari ‘polisi tidur’.
2. Motor lainnya berpapasan dengan motor satria, dia di sebelah kiri dan melewati ‘polisi tidur’
3. Motor satria sedikit mempercepat laju agar truk bisa lewat.
4. Motor satria lewat ‘polisi tidur’ dan menepi ke kiri agar tidak bertabrakan dengan truk.
5. Tanpa diduga, ada motor (*diperkirakan motor honda astrea) dari belakang truk (persis di belakang truk, karena sebelumnya tidak terlihat ada motor dibelakang truk)
6. Motor bapak tua mencoba mendahului truk lewat jalur kiri, dimana motor satria melaju di jalur kiri.
7. Tabrakan tak terhindarkan.

Sepertinya motor satria bagian kanan berpapasan dengan astrea bagian kiri. Walhasil, rem kaki satria bengkok total. Aku pun terguling dan jempol kaki kanan luka yang cukup dalam. Awalnya hanya terasa sakit biasa, “ah mungkin hanya luka kecil”, pikirku. Selang beberapa detik, rasa sakit semakin menjadi-jadi, disusul dengan mengucurnya darah dan terus menetes tanpa henti. Kira-kira seperti ini visualisasi nya:

sick
Jangan jijik karena memang tidak menjijikan big grin
Tak lama anak-anak muda yang sedang nongkrong datang membantu motor satria berdiri. Selama beberapa menit terus ku tahan rasa sakit dengan darah yang terus menetes. Bagaimana dengan si bapak tua?
Dia tidak tidak mengalami luka ataupun kerusakan pada motornya. Sambil menahan rasa sakit, sempat ku lontarkan kata-kata makian, “Gimana si bawa nya, truk disalip-salip, ini kan 2 arah, bukan satu arah” dengan nada kesal disertai rintihan.
Dia pun membalas: “Kamu bawanya kebut”, dengan nada lemas tak bergairah seperti orang tidak yakin untuk membela diri.
“Lah, gw udah bener di jalur sini, elo malah masuk ke jalur yang berlawanan, gimana sih” balas ku dengan keras.
Aku mencoba menjelaskan kesalahannya. Tapi dia berusaha menyanggah nya lagi.
“Kamu bawanya kebut”.
Hanya kata-kata itu yang terlontar dari mulutnya secara berulang-ulang sambil menjelaskan ke beberapa orang di sekitar yang membantunya berdiri. Si bapak terlihat sehat tanpa luka yang terlihat serius, begitupun motornya. Hey, jangan hanya berdiri, lihat kaki ku terus berdarah dan aku terus menahan perih. Sial ! angry
“Brengsek memang, si bang**t ini, sudah salah, dikasih tau kesalahannya, masih sok membantah”, pikir ku.
Ahhh, tak sempat lagi aku memikirkan soal kesalahannya yang selalu dibantahnya dengan kata-kata yang itu-itu terus, karena rasa sakit di kaki ku semakin bertambah. Aku berusaha menguatkan diriku bahwa ini luka biasa dan masih sanggup untuk membawa motor ke rumah. Ku coba untuk bangunkan diri dan membawa pulang motor ku.
Tapi sungguh sial, motor satria rasanya tersangkut karena rem kakinya yang bengkok.
Tiba-tiba si bapak tua berusaha meninggalkan tempat kejadian dengan motor nya dan direspon oleh pemuda sekitar.
“Pak, ini gimana, ditolongin dulu berdarah-darah begini”, celetuk salah satu pemuda.
“Saya mau jemput anak saya pulang sekolah” balasnya dengan enteng.
WTF !!! angry
Bisakah kau bayangkan anak mu mengalami kejadian seperti ini, dan orang yang bertabrakan dengannya pergi begitu saja tanpa ada sedikit basa-basi pertolongan?

Perbuatanya benar-benar keji. (LEBAY :Dwinking. Pada saat kejadian, kekejianya itu tak sempat terpikirkan olehku, sama sekali tidak. Karena aku pun masih kuat berdiri.
Akhirnya kutitipkan motor pada mereka yang ada di sekitar kejadian, kulangkahkan kaki ke arah rumah untuk segera dicuci dan diobati. Ketika berpapasan dengan bapak tua, dia kembali berkata, “Kamu bawanya kebut”.
Ahhh NGENTOTTTTT angry
Kalau kuingat lagi kejadian itu, sungguh rasanya kesal, harus nya kuhajar saja dia, karena:
1. Dia terus membela dirinya yang salah dengan perkataan yang membosankan. Padahal kalau dipikir, apakah kecepatan motor nya lebih lambat dari truk. Truk memang berjalan agak lambat, dan dia mencoba mendahuluinya. Apakah kecepatan motor nya akan lebih lambat atau setara dengan truk? Tentu dia akan memacu motornya untuk lebih cepat, agar bisa mendahului truk.
2. Dia lebih memilih untuk pergi menjemput anak nya dibandingkan membantu ku yang terus merintih dan meneteskan darah yang jumlahnya tidak sedikit.
3. Dia malah terus menyalahkan diriku. Oke anggap lah memang aku yang bersalah, tapi apa dengan terus mencari siapa yang salah akan memberhentikan rasa sakit / tetesan darah ini?
Ah, tapi semua itu mana sempat terpikirkan olehku. Jangankan ingin memukul, mengepalkan tangan pun tak terpikirkan. Pikiran tertuju pada luka di kaki, rasanya sakit, sakit dan sakit.
Setibanya di rumah, langsung ku suruh adikku untuk mengurus motor satria yang ku tinggalkan. Sambil kucari air bersih untuk membersihkan luka. Amat banyak pasir yang masuk dan terselip di kulit luka, surprise uhhh… baru menggunakkan air perihnya amat terasa, bagaimana dengan betadine?
Ayah, Adik, dan Kakak ku sibuk mencari si bapak tua menggunakan motor, dan aku malah ditinggal di rumah. Satu motor lagi roda bannya malah kempes. Ternyata cukup lama aku terdiam di rumah, bingung hendak apa, akhir nya ku ambil camera dan ku foto luka di kaki ku untuk kenang-kenangan rolling on the floor

- Cerita Akhirnya aku kecelakaan bersama Satria belum berakhir hee hee

Related Posts

  1. Menjahit luka daging dan kulit yang robek
  2. Bukber (LKS-09) 1430 H
  3. bryan-paudi, Welcome back to eBay
  4. Smart Internet Unlimited mengalami kenaikan harga
  5. Video Mesum Berseragam SMA di Kediri Beredar Luas

written by Ryan Isra \\ tags: accident, anak sekolah, bleed, clinic, doctor, satria

One Ping to “Akhirnya aku kecelakaan bersama Satria”

  1. Menjahit luka daging dan kulit yang robek Says:

    [...] luka daging dan kulit yang robekAkhirnya aku kecelakaan bersama SatriaHow-to: Install Premium Apps for Jailbroken iPhoneSMS Verification needed for Gmail [...]


Leave a Reply