10 Mitos Fitnes dan Diet yang Lumrah di Masyarakat

10 Mitos Populer (Terkenal) Tentang Fitnes dan Diet

Pernah baca artikel bahwa air bisa mengeluarkan racun dari tubuh anda, atau melakukan peregangan sebelum latihan fitnes adalah menu wajib? Coba pikir lagi setelah anda membaca artikel berikut ini. Inilah mitos-mitos yang sudah lumrah tentang fitnes, latihan beban, dan diet yang sudah lumrah di masyarakat, juga disertakan alasan dan fakta yang sebenarnya tentang mitos-mitos tersebut.

  1. Mitos 1: Minum air dapat membantu Anda menurunkan berat badan

    Banyak yang memuji ‘secara berlebihan’ tentang manfaat minum air dalam jumlah banyak yang konon bisa menjadi obat mujarab untuk segala penyembuhan.

    Minum banyak air akan mencerahkan warna kulit, juga bisa mengeluarkan racun-racun dari tubuh Anda, itu semua adalah mitos.

    Faktanya, semua manfaat all-in-one yang didapat dengan meminum air dalam jumlah banyak kurang memiliki bukti yang kuat.

    Dokter di Universitas Pennsylvania telah menemukan bahwa kedua “manfaat” tersebut tidak benar dan hanyalah mitos belaka.

    Mitos lainnya: minum banyak air akan mengurangi kelaparan Anda. Mungkin benar saja, lasa lapar anda akan berkurang dengan meminum banyak air karena anda akan disibukkan dengan kegiatan mondar-mandir ke toilet untuk buang air kecil, itu saja.

    Dan juga, tentang minum 8 gelas sehari yang banyak direkomendasikan ternyata palsu belaka, seharusnya anda cukup minum ketika merasa haus untuk menggantikan jumlah air yang hilang setiap harinya, sekitar 4-6 gelas sudahlah cukup, tergantung aktifitas individu masing-masing.

  2. Mitos 2: Peregangan sebelum fitnes sangat penting untuk mencegah cedera saat latihan

    Faktanya, peregangan sangatlah bermanfaat setelah anda selesai latihan, namun peregangan sebelum latihan fitnes sebenarnya tidak meningkatkan jangkauan gerak Anda. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa peregangan otot mengacaukan dan membuat otot-otot kurang siap untuk latihan beban.

    Sebaliknya, lakukanlah pemanasan sebelum fitnes sehingga aliran darah anda lebih terpompa dan siap menerima beban yang lebih berat.

  3. Mitos 3: Dietnya vegetarian jauh lebih sehat

    Pada kenyataannya, banyak mengkonsumsi sayuran memang sehat, tapi secara umum, menghilangkan kelompok jenis makanan tertentu secara keseluruhan (daging semua, atau sayur semua) dari menu makan anda adalah ide yang buruk.
    Daging adalah sumber utama zat besi yang terus menjaga tingkat energi Anda, dan membuat Anda mampu untuk berpikir jernih, juga menghasilkan enzim yang melawan infeksi. Selain itu, para peneliti di Pennsylvania State University telah menunjukkan bahwa kekurangan zat besi meningkatkan risiko seorang wanita untuk depresi postpartum (depresi pasca melahirkan).

    Walaupun seorang vegetarian seringkali mencoba untuk memperbaiki sumber zat besi mereka melalui kacang-kacangan, sereal dan tahu, namun tetap saja dia masih kekurangan protein. Pastikan untuk makan telur, produk susu, atau kedelai setiap kali makan untuk mendapatkan dosis protein hewani yang memadai. Keduanya, baik sayur-sayuran maupun daging, sangatlah penting bagi tubuh.

  4. Mitos 4: Fitnes akan membuat badan cewek kekar

    Fakta: Jika anda wanita dan anda menghindari latihan angkat beban karena takut badan anda menjadi kekar seperti Incredible Hulk, jangan lagi takut setelah membaca artikel ini.
    Kalo kita bicara soal ukuran otot yang terus membesar dan meningkat, hormon testosteron adalah kuncinya. Pria memiliki 20-30x jumlah testosteron lebih banyak dibandingkan wanita, itulah sebabnya mengapa pria bisa membangun otot besar dengan lebih cepat dibandingkan wanita.

    Tapi jika Anda mau menyaingi proporsi badannya Arnold Schwarzenegger, anda harus melakukan JAUH lebih banyak angkatan dari rata-rata perempuan, ditambah ketidakseimbangan hormon (baik secara genetik atau sintetis, seperti steroid).

    Jadi, jangan takut fitnes karena khawatir badan menjadi kekar seperti pria, bahkan pria sendiri butuh waktu yang tidak sedikit untuk mencapai hasil yang ideal, apalagi kalau harus jadi ‘monster’.

    Jeffrey Janot, PhD, asisten profesor fisiologi olahraga di South Dakota State University bahkan menambahkan dalam catatannya bahwa “latihan kekuatan akan membantu wanita menurunkan berat badan lebih cepat dan mempertahankannya dalam jangka panjang”.
    Jika Anda juga melakukan cardio, itu akan membantu Anda mempertahankan otot Anda menurunkan lemak, serta mencegah tubuh anda dari metabolisme yang melambat.

  5. Mitos 5: Sport bra hanya untuk mencegah pantulan yang menyakitkan
    Fakta: Salah! Sport bra bermanfaat untuk mencegah pantulan yang menyakitkan dan juga melorotnya payudara secara permanen. Benar jika dikatakan bahwa melorotnya payudara bukan hanya disebabkan usia tua dan gravitasi yang akan memberatkan dada Anda ke bawah, tapi juga aktifitas yang berdampak tinggi seperti jogging atau aerobik, bisa meningkatkan stres pada ligamen payudara yang akhirnya menyebabkan payudara melorot lebih cepat.

    INGAT: Olahraga seperti jogging dan lari yang membuat gerakan berulang pada payudara dengan cepat dapat meregangkan ligamen pada payudara. Hal ini akan semakin buruk bila kegiatan olahraga tersebut tidak didukung dengan mengenakan sport bra atau pakaian lain yang memberi dukungan tambahan pada payudara saat bergerak.

  6. Mitos 6: Mandi air panas setelah fitnes akan mencegah nyeri otot

    Faktanya, air dingin merupakan pilihan yang lebih baik, kata Marty Jaramillo, CEO ICE Olahraga Kesehatan Group. “Merendam diri Anda dalam air dingin seperti kompres es untuk seluruh tubuh,” katanya.

    Ketika Anda berolahraga, pembuluh darah terbuka lebih lebar dan tetap seperti itu selama setidaknya satu jam sesudahnya. Nah, rasa nyeri terjadi ketika limbah produk dalam tubuh anda, seperti asam laktat, menetap di otot-otot Anda melalui pembuluh darah yang melebar.
    Dengan mandi menggunakan air bersuhu dingin, pembuluh darah akan menyempit kembali dan membatasi jumlah produk limbah yang terakumulasi setelah latihan, ungkap Jaramillo.

  7. Mitos 7: Lari sangat berlawanan dengan latihan membangun otot
    Fakta: Kedengarannya seperti Anda perlu mencari seorang pelatih baru jika pelatih anda berkata demikian!

    “Berlari sudah pasti tidak berlawanan dengan membangun otot, kecuali Anda sedang berusaha untuk meningkatkan massa otot secara dramatis,” kata Gregory Florez, CEO FitAdvisor.com.
    “Bahkan, sebagai latihan yang menahan beban, lari akan membantu mengembangkan massa otot yang lebih kering di bagian bawah tubuh, yang juga membuat tulang Anda sehat.”

    Namun demikian, bukan berarti bahwa berlari itu adalah pengganti untuk latihan kekuatan, “sertakan juga latihan kekuatan untuk lower-body (tubuh bagian bawah) seperti squats, lunges, dan latihan upper-body seperti push-up dan pull-up untuk mengurangi risiko cedera, meningkatkan stamina, dan meningkatkan metabolisme,” tambah Florez.

  8. Mitos 8: Memegang pemberat saat melakukan cardio meningkatkan pembakaran kalori

    Fakta: Memang betul, tetapi itu tidak akan cukup untuk membuatnya bisa dikatakan bermanfaat. Intensitas tambahan memegang bobot beban tambahan saat melakukan cardio hanya menambah SEDIKIT pembakaran kalori Anda, sekaligus dapat menyebabkan siku dan cedera bahu. “Risikonya lebih besar daripada manfaatnya,” kata Douglas Brooks, seorang ahli fisiologi olahraga di Mammoth Lakes, California.

    “Anda akan mengeluarkan energi lebih jika Anda meningkatkan berat beban yang Anda membawa, tapi gerakan yang berlebihan atau tidak terkontrol dapat merusak sendi atau atau bahkan menyebabkan cedera otot.”

  9. Mitos 9: Buah segar lebih baik daripada buah beku
    Fakta: Sebenarnya, tidak juga. “Dengan memasukkan pengiriman dan penyimpanan ke dalam hitungan, buah segar seringkali tertampung selama dua minggu sebelum memasuki pasar swalayan,” kata Suzanne Henson, RD, direktur dari University of Alabama di Program Manajemen EatRight Birmingham Berat. “Selama waktu yang demikian itu, buah-buahan dapat kehilangan banyak nutrisi, khususnya vitamin C.”

    Sebaliknya, buah beku seringkali dipetik dan langsung dibekukan dipuncak kesegaran buah tersebut.

  10. Mitos 10: Melakukan sit-up dan latihan perut akan menyingkirkan lemak di perut

    Faktanya, Anda bisa saja melakukan sit-up sampai Anda pingsan, dan Anda ternyata masih saja belum mendapatkan perut six pack. Kenapa?
    Jika Anda memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi, tentu saja perut anda masih akan ditutupi lemak. Dan tentu saja, melakukan latihan perut tetap tidak akan membuat Anda kehilangan lemak di perut.

    Yang benar adalah, Anda harus terlebih dahulu mengurangi lemak tubuh Anda secara keseluruhan, yang berarti banyak melakukan latihan cardio, ditambah lagi dengan latihan kekuatan untuk hasil lebih cepat.
    Setelah itu baru hasil kerja keras Anda akan mulai terlihat.



Allahu A'lam. Allah Maha Mengetahui.
Semua kesalahan yang ada di blog ini datangnya dari kesalahan dan lalainya manusia (saya sendiri), mohon koreksinya kalau dirasa ada yang salah.

Tags: , , , , , , , ,

Facebook Comments:

No comments yet.

Leave a Comment

Remember to play nicely folks, nobody likes a troll.

Jual Kue Lebaran



>> KLIK <<